Hansi Flick Punya Kapasitas Bawa Bayern Juara

Bekas punggawa Bayern Munich, Patrik Andersson, yakini Hansi Flick punyai kemampuan untuk bawa teamnya raih piala Liga Champions 2019-2020. Selain tim yang oke, pengalaman Flick bersama The Bavarian dikatakan sebagai salah satunya aspek terpenting.

Sebagai bekas pemain, Flick dipandang telah memahami benar dengan keadaan Bayern Munich. Figurnya yang dihormati seluruh pemain jadi salah satunya factor yang membuat pelatih 55 tahun itu tidak alami kesusahan mengendalikan skuadnya walau ditempati beberapa nama besar.

Flick menunjukkan keputusan manajemen team untuk menunjuknya sebagai alternatif Niko Kovac di akhir November tempo hari sebagai langkah tepat. Dia sukses bawa Bayern kembali pada lajur kemenangan sesudah sempat tampil kurang stabil pada awal musim.

Bayern dibawa bimbingan Flick perlahan-lahan kembali menunjukkan supremasi mereka di persaingan lokal. Hasilnya, Robert Lewandowski dan mitra sukses sapu bersih piala juara yaitu Piala Bundesliga Jerman 2019-2020 dan DFB-Pokal.

Trend positif juga bersambung pada agen judi bola termurah dan terpercaya perjalanan mereka di tingkat Eropa. Raksasa Bundesliga bahkan juga tampil mengagumkan dengan menggulingkan beberapa team besar untuk meluncur ke final Liga Champions 2019-2020.

Andersson juga semakin percaya Flick dapat menyembahkan piala Liga Champions ke enam untuk Bayern Munich. Menurut dia ini ialah saat yang pas untuk merealisasikan tekad itu.

“Pengalaman Hansi Flick adalah nilai lebih yang besar,” tutur Andersson, seperti dikutip dari situs Goal International, Minggu (23/8/2020).

“Ia (Flick) ialah pemain Bayern, tahu club luar dalam, dan banyak belajar di beberapa posisi di DFB. Dan yang paling penting, Flick mempunyai keyakinan mutlak dari teamnya,” sambungnya.

“Seluruh orang di tim mengikutnya. Itu penting. Mereka sekarang ini ada di lajur yang pas untuk raih titel juara,” lanjut Andersson.

“Musim ini, Flick sudah perkuat beberapa pemain yang paling membutuhkan untuk kembali pada perform terhebat mereka. Contoh terhebat ialah Muller. Ia berasa pelatihnya seribu persen ada berada di belakangnya dan ia dapat lakukan apa saja,” pungkasnya.