Proses Membuat Tepung Dari Singkong Tips Mudah Untuk Di Rumah

Proses Membuat Tepung Dari Singkong, Singkong tidak hanya dikonsumsi dengan cara direbus, digoreng, atau digoreng dan dijadikan jajanan seperti keripik ubi, tapi juga bisa dijadikan varian tepung. Ya, tepung singkong tersebut selanjutnya bisa digunakan untuk pengolahan kue dll.

Tepung singkong dikenal sebagai tepung singkong termodifikasi (Mocaf). Inilah tepung ubi jalar yang memiliki banyak manfaat. Selain karbohidrat, mocaf mengandung protein, berbeda dengan tepung sejenis kerabat yang menggunakan singkong sebagai bahan dasar, tepung tapioka mengandung pati karbohidrat.

Mocaf ini juga memiliki manfaat lain seperti kandungan kalsiumnya yang tinggi. Selain tepung ubi jalar dapat digunakan sebagai bahan pangan alternatif bagi usaha menengah untuk meminimalisir biaya produksi. Tepung ini biasa digunakan untuk membuat berbagai jenis masakan diantaranya kue lapis, cenil, cireng, cimol, bakso aci, tahu aci dan masih banyak lagi. sekali lagi

Manfaat Tepung Tapioka

proses membuat tepung dari singkong

Mencerahkan Kulit

Manfaat tapioka yang pertama adalah menghilangkan jerawat, menghilangkan bekas luka dan manfaat pencerah kulit. Tapioka bisa digunakan untuk mendetoksifikasi kulit dan membuatnya lebih bercahaya dan halus. Ini digunakan untuk membuat topeng.

Pertama, ambil 20 gram tapioka dan campur dengan 20 gram bubuk kacang hijau dan satu sendok teh madu. Setelah tercampur rata, gosokkan pada kulit Anda. Kemudian biarkan selama sekitar 20 hingga 30 menit. Terakhir, bilas kulit wajah dengan air dingin.

Mengangkat Sel Kulit Mati

Manfaat tapioka selanjutnya adalah membersihkan kulit dengan mengangkat sel kulit mati. Jadi jika ingin menggunakan tapioka untuk mengangkat sel kulit mati, berikut caranya. Campur satu sendok teh tapioka dengan 1/2 kuning telur dan 3 stroberi. Lalu aduk rata, oleskan pada kulit wajah. Kemudian diamkan selama 15 menit dan bilas dengan air hangat.

Atasi Biang Keringat Pada Bayi

Biang keringat sering terjadi pada bayi dan anak-anak, terutama jika mereka tinggal di daerah dengan suhu dan panas tinggi. Meskipun biang keringat umumnya akan hilang dengan sendirinya, biang keringat dapat diatasi secara alami dengan tepung tapioka.

Karena pati bersifat dingin, sangat efektif dalam mengatasi biang keringat. Caranya adalah dengan melembabkan pati hingga membentuk adonan seperti masker. Kemudian oleskan secara merata dan lembut pada kulit bayi yang terkena biang keringat. Pastikan kulit tidak berkeringat. Saat pati mengering, seka sisa tepung dan bersihkan.

Pertahankan Tekanan Darah Yang Optimal

Tepung tapioka memiliki keunggulan yaitu kesehatan tetap terjaga melalui tekanan darah, sehingga kinerjanya tetap optimal. Kalium dikenal sebagai salah satu mineral esensial dalam tepung tapioka. Tujuannya untuk mengurangi stres dan ketegangan melalui pembuluh darah.

Zat ini juga dapat membantu meningkatkan aliran darah ke tubuh manusia dan menenangkan sistem kardiovaskular manusia.

Pengobatan Flu, Sakit Kepala Dan Demam

Jika sedang pilek seperti flu, sakit kepala, dan demam, tepung tapioka bisa dijadikan obat alami. Tidak hanya mudah didapat, tetapi juga sangat mudah digunakan. Pertama campurkan 12 gram tapioka dengan sedikit gula dan air. Lalu aduk rata dan terakhir diminum. Cara ini diyakini dapat mengatasi masalah dari flu hingga demam.

Menjaga Kesehatan Pencernaan

Tepung tapioka dikatakan dapat membantu menjaga kesehatan pencernaan. Hal ini disebabkan kandungan seratnya yang mudah ditemukan pada tapioka. Sebagaimana kita ketahui bersama, serat berperan penting dalam memperbaiki kondisi tubuh, termasuk pencernaan.

Karena itu, tapioka dapat meredakan sembelit, sakit perut dan gas, serta beberapa kondisi yang lebih serius seperti kanker usus besar.

Memperkuat Tulang

Salah satu manfaat tapioka bagi kesehatan yang luar biasa adalah meningkatkan kesehatan tulang. Pati mengandung zat besi, kalsium dan vitamin K, yang membantu mencegah osteoporosis dan osteoartritis. Namun, semakin sering Anda mengonsumsi tapioka, tulang menjadi terlindungi dan berkembang, atau bahkan permanen, seiring bertambahnya usia.

Tingkatkan Berat Badan

Saat Anda merasa kurus, Anda makan pati. Karena tepung ini tinggi karbohidrat yang menyehatkan tetapi tidak mengandung lemak jenuh atau kalori tinggi. Tapioka juga bagus untuk membangun otot. Ini karena tapioka merupakan sumber protein yang bagus dan dapat meningkatkan serta memperkuat pertumbuhan otot.

Jenis Singkong Yang Di Gunakan

proses membuat tepung dari singkong

Singkong Gajah

Jenis singkong yang paling dianggap istimewa ini awalnya ditanam di Kalimantan Timur. Pasalnya, singkong gajah ini juga bisa menghasilkan biji-bijian melimpah dengan berat mencapai 50 kg.
Hal ini tentunya juga sangat berbeda dari dengan tanaman singkong yang biasanya hanya menghasilkan 5-8 kg.

Ubi kayu sangat bermanfaat bagi petani karena dapat memenuhi kebutuhan industri tepung dan industri bioetanol. Ciri-ciri tanaman ubi gajah ini adalah batangnya berwarna ungu kemerahan dan daun muda dengan daun yang lebih besar dan lebar dari tanaman ubi kayu pada umumnya.

Ciri-ciri tanaman ubi gajah ini adalah yaitu batang dan daunnya muda berwarna ungu kemerahan dengan daun yang lebih besar dan lebar dari tanaman ubi kayu pada umumnya. Saat tanaman berumur 3 sampai 4 bulan, batang utamanya ini memiliki tiga cabang.

Singkong Putih

Singkong ini memiliki beberapa khasiat dan dapat digunakan sebagai bahan pangan lain seperti keripik, singkong masak, lakban, gethuk, dll. Produk singkong putih ini sudah bisa dipanen oleh petani saat berumur sekitar 9 bulan. Setiap pohon ketela pohon menghasilkan umbi dengan berat hanya 3 sampai 5 kg.

Singkong Manggu

Berbeda dengan ubi gajah, ubi kayu ini berasal dari Jawa Barat dan sangat cocok dijadikan sajian yang enak. Waktu panen ubi manggu sekitar 7 bulan dan lebih singkat dari ubi gajah. Jika ditanam dengan baik, pohon singkong ini menghasilkan banyak umbi hingga 10 kg untuk pohon singkong Manggu.

Singkong Mukibat

Jenis ketela pohon ini dinamai menurut nama orang yang menemukan ubi kayu jenis ini, yaitu Mukibat.
Bobot umbi singkong ini hampir sama dengan singkong gajah dan mencapai 50 kg untuk sebatang pohon. Petani bisa memanen mukibat ketela pohon ini pada umur 13 bulan.

 Singkong Mentega

Jenis tanaman ubi kayu ini dinamakan singkong mentega karena singkong yang dihasilkannya berwarna kuning seperti mentega. Singkong ini berukuran tidak terlalu besar dan bisa dipanen saat pohon singkong berumur 13 bulan.

Selai singkong jenis ini dapat memberikan banyak manfaat bagi petani karena berbagai keunggulan pengolahannya. Singkong ini bisa dibuat menjadi pita perekat yang digunakan sebagai oleh-oleh khas Bandung. Selain itu bisa juga inovatif dalam membuat kue atau brownies yang enak.

Proses Membuat Tepung Dari Singkong

Langkah langkah:

1. Persiapan Bahan

Lebih baik menggunakan umbi muda karena masih mengandung banyak pati. Nah, kemudian sebagian dari singkong muda ini dicuci bersih lalu dibiarkan mengering terlebih dahulu sebelum akhirnya dikupas untuk memisahkannya dari kulitnya.

2. Kupas Singkong

Singkong yang sudah disortir dan dicuci ini harus dipisahkan dari cangkangnya dengan pisau atau alat lain. Dianjurkan juga untuk tidak bersentuhan dengan air selama pengupasan karena
untuk menghindari perubahan warna pada ubi yang sedang diproses.

3. Buat Irisan Tipis

Misal, jika anda ingin membuat keripik singkong, proses yang ada pada tahap ini kurang lebih sama. Usahakan irisan setipis mungkin karena hal ini akan mempengaruhi kemampuan untuk menurunkan kadar air saat mengering.

4. Perendaman

Rendam irisan singkong ini di dalam air yang bersih menggunakan wadah seperti ember plastik. Waktu pencelupan dapat diatur dengan interval kira-kira. 2 × 24 jam. Dianjurkan juga untuk mengganti air yang di gunakan untuk rendaman setiap dua belas jam untuk menghindari bau yang tidak sedap.

5. Pengeringan

Setelah kurang lebih dua hari dua malam, irisan singkong sudah bisa diangkat dan dibilas dengan air mengalir lalu dikeringkan. Untuk langkah selanjutnya, usahakan untuk menjaga kadar air pada bahan kurang dari 15% yang ditandai dengan tekstur keripik yang mudah pecah saat disentuh.

6. Penepungan

Setelah benar-benar kering, tepung akan mulai berproduksi. Prosesnya bisa dilakukan dengan mesin penepung diksmill serbaguna atau manual dan cukup dengan tamping dengan mortar konvensional.

7. Pengayakan

Hasil dari tumbukannya adalah tepung, tetapi ukurannya masih belum seragam. Agar tepung mocaf tidak menggumpal seperti tepung yang tidak rata, pembuatan tepung dari singkong dapat memisahkan tepung yang tidak baik tapi kasar.

8. Penyimpanan

Seperti jenis tepung lainnya, tepung ini tidak boleh disimpan di dekat benda yang berbau tidak sedap karena akan merusak tepung. Tetap tertutup rapat dan dingin. Meski harus lebih lama dari 12 bulan, sebaiknya tidak menyimpan tepung ini lebih dari enam bulan untuk menghindari infestasi dan perubahan tekstur.

Analisa Bisnis Produksi Tepung Ubi Kayu

Proses keripik menjadi tepung. Padahal, pengolahan dari terintegrasi ini bisa dilakukan dari singkong segar hingga tepung. Namun karena prosesnya yang terlalu lama, petani membagi ubi kayu menjadi keripik dan pembuat mocaf mengolahnya dari keripik menjadi tepung ubi kayu yang dimodifikasi.

Jawa Barat juga sudah satu tahun memproduksi turunan ubi kayu yaitu dekstrin. Pati modifikasi, yang berfungsi sebagai pelapis dan pelumas, dibutuhkan oleh industri makanan, farmasi dan kertas. Dalam sehari 1,5 ton ekstrak singkong dengan kekuatan 1,5 bisa dibuat.Dengan biaya produksi Rp 4.256 per kg dan harga jual Rp8.000 per kg, Anda mendapat untung Rp 3.744 per kg.

Asumsi

  • Lama proses : 3 hari
  • Rendemen : 30%
  • Kapasitas produksi : 1,5 ton chip
  • Harga chip : Rp2.450/kg
  • Dalam setahun, hanya 7 bulan proses

Investasi

  • Sewa lahan 500 m2 per tahun Rp 350.000
  • Sewa lahan penjemuran 1.000 m2 per tahun Rp 600.000
  • Bangunan dan bak perendaman, masa pakai 10 tahun Rp 13.000.000
  • Mesin slicer/pengiris, masa pakai 5 tahun Rp 5.000.000
  • Alas penjemuran Rp25.000 x 400, masa pakai 3 tahun Rp 10.000.000

Total investasi Rp 28.950.000

Biaya produksi

  • Bahan baku Rp500/kg x 5.000 kg Rp 2.500.000
  • Senyawa fermentasi Rp100 x 1.500 Rp 150.000
  • Tenaga pengupasan Rp50.000/ton x 5 ton Rp 250.000
  • Tenaga slicer Rp10.000/ton x 5 ton Rp 50.000
  • Listrik, transportasi, air Rp 75.000
  • Tenaga pengeringan Rp150.000/ton x 1,5 ton Rp 225.000
  • Sewa lahan bangunan Rp350.000/7 bulan/10 proses Rp 5.000
  • Sewa tanah penjemuran 600.000/7 bulan/10 proses Rp 8.571
  • Bangunan dan bak perendaman 13.000.000/10/7/10 proses Rp 18.571
  • Mesin slicer 5.000.000/5/7/10 Rp 14.285
  • Alas penjemuran 10.000.000/3/7/10 Rp 47.619

Total biaya produksi Rp 3.344.046

Penerimaan

1.500 kg x Rp2.450/kg Rp 3.675.000

Keuntungan

Rp3.675.000 – Rp3.344.066 Rp 330.954

Pertimbangan usaha

  1. BEP (Break Even Point)

– BEP untuk harga produksi BEP = Rp3.344.046 : 1.500 kg = Rp2.229/kg

Dengan produksi chip 1.500 kg, titik balik modal tercapai jika harga chip Rp2.229 per kg

– BEP untuk volume produksi BEP = Rp 3.344.046 : Rp2.450/kg = 1.365 kg

Dengan harga jual Rp2.450/kg titik balik modal tercapai jika 5 ton singkong menghasilkan 1.365 kg chip

  1. B/C (Perbandingan Penerimaan dan Biaya) B/C = Rp3.675.000 : Rp3.344.046 = 1,1

Penambahan biaya Rp1 memberi tambahan pendapatan Rp1,1

Sekian artikel mengenai proses membuat tepung dari singkong semoga bisa memberikan anda inspirasi dan juga bisa anda jadikan referensi bagi anda yang akan membuat tepung dari singkong ataupun yang ingin membuka usaha tepung singkong. Dan Selamat Mencoba!!