Mengenal keamanan Enkripsi Yang Ada Di WhatsApp

Layanan pesan WhatsApp udah resmi merilis mode keamanan enkripsi end-to-end. Informasi tentang enkripsi di WhatsApp ini diumumkan langsung oleh ke-2 pendiri WhatsApp, Jan Koum dan Brian Acton, dalam sebuah unggahan di blog resmi.

“Mulai sementara ini sementara Anda dan kontak mengfungsikan versi terbaru dari aplikasi, tiap-tiap telephone yang dibuat, dan tiap-tiap pesan, foto, video, file, dan pesan suara yang dikirimkan, udah dienkripsi end-to-end secara default, juga kelompok chat,” tulisnya.

Pada th. 2014, WhatsApp sebenarnya udah mempunyai proses enkripsi. Hanya saja, enkripsi itu baru cuman di tingkat pengiriman pesan teks. Pengiriman pesan di kelompok dan konten media, seperti foto atau video, tetap belum dienkripsi.

Kepada Wired (5/4) Koum mengutarakan enkripsi video antar-platform merupakan hal yang tersulit dari semuanya. Oleh sebab itu, WhatsApp perlu menunda pengumuman enkripsi berikut hingga hari ini. Padahal seluruh proses pengerjaan udah hampir rampung.

Perlu diingat, fitur ini dapat otomatis aktif kecuali pengguna dan lawannya udah mengfungsikan aplikasi WhatsApp versi terbaru. Tidak ada pengaturan apapun, seluruh obrolan dapat mengfungsikan mode end-to-end encryption sebagai fitur keamanan standar bawaan. Enkripsi ini berlaku di seluruh proses operasi, seperti Android, iOS, BlackBerry 10, Windows Phone, bahkan proses operasi Nokia S40.

 

Apa itu Enkripsi end-to-end?

Enkripsi end-to-end adalah metode komunikasi di mana hanya mereka yang terlibat dalam obrolan yang dapat menyadari isikan pesan yang dikirim dan diterima.

Tidak ada pihak yang dapat bersama ringan mengintip isikan pesan tersebut, baik itu peretas, provider telekomunikasi, penyedia internet, bahkan perusahaan pembuat layanan pesan itu. WhatsApp udah meyakinkan bahwa mereka tidak dapat menyaksikan isikan pesan para pengguna layanan mereka.

Pesan juga tidak dapat dibaca oleh peretas yang tidak mempunyai decryption key. Sistem enkripsi ini dapat menutup peluang si peretas melacak pesan secara pribadi. Jika mendambakan membobol pesan, sederhananya peretas perlu mengakses kunci satu per satu.

 

WhatsApp bekerjasama bersama perusahaan swasta yang dikelola para hacker, Open Whisper Systems, untuk mengakibatkan proses enkripsi ini. Open Whisper Systems udah mengembangkan proses anti peretasan pesan dan telephone lain seperti TextSecure, RedPhone, serta Signal dan Flock. WhatsApp juga mengklaim tidak menyimpan information apa pun berkenaan obrolan penggunanya.

 

Tidak hanya WhatsApp

WhatsApp bukanlah yang pertama mengfungsikan mode keamanan enkripsi end-to-end. Berikut kami sajikan layanan pesan lain yang udah mengusung mode keamanan serupa.

 

BlackBerry Messenger

Layanan yang kondang bersama sebutan BBM ini dapat dibilang menjadi pionir dalam bidang pengiriman pesan enkripsi end-to-end. Sedari dulu layanan BBM digemari oleh pejabat negara dan orang mutlak lain sebab pesan tidak tidak dapat dibaca oleh pihak lain tidak cuman si pengirim dan penerima.

Tapi BlackBerry lebih kooperatif kecuali ada keinginan dari penegak hukum. Karena diketahui BlackBerry secara legal menyimpan information pengguna enam bulan ke belakang. Jadi kecuali diperlukan oleh penegak hukum, maka BlackBerry dapat membukanya asalkan sesuai prosedur.

 

LINE

Oktober 2015, LINE resmi merilis fitur enkripsi end-to-end yang diberi nama “Letter Sealing”.

Fitur Letter Sealing dapat aktif secara default bagi pengguna Android bersama gawai tunggal yang terasosiasi. Jika pengguna mempunyai beberapa gawai Android atau di iOS, maka mereka perlu mengaktifkannya secara manual di anggota Pengaturan.

Fitur keamanan enkripsi dapat hanya ada untuk obrolan personal bukan obrolan kelompok.

 

Telegram

Kini Telegram mulai dipandang sebagai pesaing paling potensial dari WhatsApp. Telegram bahkan hingga kini selalu tawarkan hadiah uang USD300 ribu bagi orang yang dapat meretas enkripsi mereka. Belum ada yang dapat memperoleh uang itu.

Namun perlu diingat, Telegram tidak mengenkripsi obrolan biasa, hanya yang melalui mode Secret Chats. Mode ini mengfungsikan enkripsi en-to-end untuk pastikan keamanan pesan yang dikirim dan diterima. Percakapan dan konten fasilitas yang dikirim dapat pengguna atur untuk terhapus bersama sendirinya. Bahkan sebuah notifikasi dapat diberikan kecuali sang lawan lakukan penangkapan gambar dari obrolan yang sedang dilakukan.

 

Signal

Signal merupakan aplikasi yang disukai Edward Snowden, seorang mantan karyawan dinas rahasia AS, CIA. Ia beralasan Signal mempunyai proses kemanan yang lebih baik ketimbang Telegram.

Signal ada secara gratis dan dibuat oleh Open Whisper Systems, instansi yang menopang WhatsApp dalam pengembangan enkripsinya. Tidak hanya teks, Signal juga tawarkan layanan panggilan suara terenkripsi end-to-end.

 

ChatSecure

ChatSecure digawangi oleh The Guardian Project, sebuah kumpulan pengembang aplikasi, perancang, kuasa hukum, aktivis, dan pelatih world yang mendambakan mengembangkan aplikasi kemanan mobile dan pelengkap proses operasi.

Sebagai penanda, sebuah ikon gembok dapat terlihat dalam tombol kirim pesan yang memberi indikasi bahwa pesan dapat di enkripsi, berlaku juga kebalikannya. ChatSecure menopang protokol Jabber/XMPP dan juga mengakses ke internet mengfungsikan TOR sehingga lebih sulit untuk dilacak.

 

Hal mutlak tentang ‘back up’ WhatsApp

Meskipun aktif secara otomatis, ternyata ada hal yang perlu dimengerti terutama dahulu kecuali mendambakan lakukan obrolan anti sadap enkripsi end-to-end milik WhatsApp dan juga kumpulan grup wa.

Tidak seperti Telegram, WhatsApp tidak menyimpan pesan-pesan yang ada di server sendiri melainkan di layanan penyimpanan awan tiap-tiap platform. Contohnya bagi pengguna iPhone, pesan-pesan yang di terima dan dikirim dapat tersimpan di iCloud Drive, kecuali sang pengguna mengaktifkan fitur ‘back up’. Sedangkan bagi pengguna Android, pesan-pesan dan konten multimedia dapat diunggah ke Google Drive.

Oleh sebab itu, tetap ada mungkin isikan obrolan di WhatsApp terbongkar kecuali ada peretas yang sukses menjebol account iCloud atau Google Drive milik pengguna.

Jika pengguna mendambakan percakapannya terlampau safe dan bebas sadap, ia perlu pastikan dirinya dan lawan berbicara tidak mengaktifkan fitur ‘back up’.

 

Cara memaksimalkan kemanan di WhatsApp

Selain melalui mode keamanan enkripsi di atas, berikut beberapa cara yang dapat Anda lakukan sehingga obrolan Anda dan lawan selalu safe .

Mengingat WhatsApp tidak mempunyai fitur hapus otomatis seperti Telegram, hapuslah secara manual pesan langsung sehabis dibaca. Karena kecuali gawai berikut dicuri dan dapat ditembus keamanannya maka seluruh obrolan yang dulu dibuat dapat dicermati oleh pihak lain.

Pastikan tidak ada mata yang mengintip sementara Anda lakukan percakapan. Fenomena yang saat ini sering berjalan adalah kini orang tidak begitu konsentrasi bersama lingkungan kira-kira kecuali sedang asik mengfungsikan layanan pesan bersama rekan atau kerabat.

Namun kecuali udah mengupas hal yang sifatnya rahasia, pastikan layar gawai tidak dapat dicermati menyadari oleh orang di sekitar. Karena kini banyak kamera yang mengintai untuk mengabadikan tiap-tiap ada kesempatan.

Yang terakhir, kecuali Anda udah lakukan seluruh hal sehingga obrolan selalu rahasia, pastikan lawan Anda juga lakukan hal yang sama. Karena kecuali hanya dari satu sisi saja, seluruh usaha yang udah dijalankan dapat sia-sia.