Objek Yang Bisa Ditemui Di Kuil Shinto

Jepang merupakan salah satu negara maju yang terkenal dengan tradisi dan budayanya yang tetap dilestarikan. Salah satu tradisi tersebut adalah tradisi kunjungan ke kuil Shinto khususnya bagi masyarakat Jepang yang menganut kepercayaan Shinto. Dalam tradisi agama Shinto, mengunjungi kuil merupakan salah satu ritual yang harus dilakukan setiap perayaan tahun baru atau pada saat-saat tertentu.

Orang-orang umumnya mengunjungi kuil untuk berdoa kepada dewa yang disebut “kami” dan memohon keberuntungan. Kunjungan ke kuil Shinto umumnya dilakukan ketika perayaan tahun baru, setsubun, shichigosan, dan beberapa festival lainnya. Disamping acara tersebut, biasanya bayi yang baru lahir juga dibawa ke kuil Shinto beberapa minggu setelah kelahirannya, dan juga masih banyak pasangan Jepang yang melangsungkan pernikahannya di kuil.

Dalam suatu kuil Shinto, biasanya terdapat beberapa struktur khusus yang membedakannya dengan kuil Buddha di Jepang. Berikut ini adalah beberapa struktur khusus yang menunjukkan suatu kuil di Jepang merupakan kuil agama Shinto:

Torii

Torii adalah gerbang untuk memasuki area yang suci menurut ajaran Shinto, yaitu kuil Shinto. Gerbang ini biasanya dibuat dari beberapa jenis material seperti kayu atau batu dan diberi warna tertentu. Namun, biasanya torii di berbagai kuil dibuat dari kayu dan dicat dengan warna orange dan hitam.

Komainu

Komainu adalah sepasang patung penjaga yang umumnya diletakkan di tiap pintu masuk kuil Shinto. Patung ini biasanya berbentuk antara anjing dan singa yang dalam bahasa Inggris disebut lion-dog. Sedikit berbeda dibandingkan kuil Shinto pada umumnya, kuil Inari menggunakan patung komainu yang bentuknya menyerupai rubah.

Tempat Pembersihan

Ketika memasuki area kuil, biasanya seseorang akan dihadapkan dengan semacam kolam atau air mancur. Tempat tersebut berfungsi untuk tempat pembersihan dimana pengunjung diharuskan berkumur dan membersihkan tangan sebelum memasuki aula utama. Di tempat tersebut biasanya sudah disediakan

Aula Utama dan Persembahan

Arsitektur kuil Shinto tidak semuanya selalu sama. Ada beberapa kuil yang memisahkan aula utama dan aula persembahan, walaupun banyak kuil Shinto yang menempatkan keduanya dalam satu ruangan yang sama. Aula utama mempunyai fungsi untuk menyimpan benda suci dari kuil tersebut sementara aula persembahan digunakan untuk berdoa dan memberikan persembahan.

Panggung

Di beberapa kuil, biasanya terdapat panggung khusus yang digunakan untuk ritual dan pertunjukan tertentu. Panggung tersebut umumnya digunakan sebagai tempat untuk tarian kagura dan tempat untuk pertunjukan Noh. Keduanya merupakan salah satu daya tarik dari suatu acara di kuil Shinto selain matsuri.

Ema

Ema adalah plakat kayu yang berfungsi sebagai tempat bagi para pengunjung kuil untuk menuliskan harapan. Pengunjung kuil biasanya menuliskan harapan yang baik pada permukaan ema dan meninggalkannya di kuil. Harapan yang biasa dituliskan pengunjung biasanya berupa kesehatan, kekayaan, cinta, dan segala hal yang baik.

Omikuji

Omikuji adalah kertas yang berisi ramalan yang biasa ditemukan di berbagai kuil baik Shinto di Jepang. Diambil secara acak, biasanya ramalan yang didapat bisa berupa daikichi (ramalan baik) atau daikyo (ramalan buruk). Kertas ramalan tersebut setelah dibaca biasanya akan diikat di ranting pohon atau tempat khusus untuk menolak bala ataupun mengharapkan keberuntungan.

Shimenawa

Shimenawa adalah sebuah tali dengan kertas berbentuk zigzag. Fungsinya adalah sebagai penanda garis batas antara area suci dan area duniawi. Tali ini biasanya ditemui di torii, di sekeliling objek suci, batu besar, pohon besar dan benda lain yang dianggap suci.

Kunjungan ke berbagai kuil di Jepang merupakan suatu pengalaman yang sangat menyenangkan. Tak heran jika banyak orang dari luar Jepang tertarik untuk berwisata ke berbagai kuil di Jepang. Melihat tingginya minat wisatawan mancanegara, banyak agen wisata menawarkan wisata ke Jepang dalam paket wisata Asia mereka. Dengan menggunakan agen wisata, persiapan berwisata menjadi lebih mudah dan wisatawan bisa berwisata dengan tenang ke berbagai kuil di Jepang.