Lebih Dekat Dengan Masjid Raya Al Huda Tembilahan Riau

Masjid Raya Al Huda Tembilahan

Masjid Raya Al Huda Tembilahan – Di setiap masjid, setiap kali gema azdan berkumandang adalah sebagai tanda waktu shalat datang. Masjid juga digunakan sebagai tempat kegiatan atau perayaan Hari Besar Islam seperti ulang tahun peringatan nabi Muhammad, tempat bermajelis dan kegiatan lainnya.

Masjid Raya Al Huda Tembilahan dibuat dengan pembiayaan dari sumbangan Wakaf infaq dan shadaqah muslimin dan muslimat Tembilahan yang berada di kota tersebut dan sekitarnya. Dengan berkembangnya masyarakat Tembilahan dari segi kehidupan dan perekonomian, Masjid Al-Huda juga telah menjalani beberapa kali renovasi dan perbaikan dilakukan tiga kali, yaitu:

1. Pada tahun 1935 diadakan perbaikan dengan memperbesar bangunan, sehingga pengunjung dengan kapasitas yang lebih besar dapat tertampung, karena perumbuhan penduduk kota Tembilahan semakin hari semakin banyak. Renovasi hanya memperluas saja, untuk strukture bangunan tidak di rubah.
2. Pada tahun 1968, renovasi gedung konstruksi yang luas pembesaran dan membangun fondasi aslinya terdiri dari stik kayu besi diganti dengan sandeel semen, panel dinding diganti dengan plester semen, dan atap sirap adalah atapa digantikan oleh zinc, selain perubahan besar adalah bangunan terdiri dari lantai pertama dan kedua bangunan Kontsruksi semi permanen dengan kapasitas dua kali, karena lantai 1 dan 2 digunakan untuk doa. Dalam kedua perobakan kali ini, kota berubah status Indragiri Hilir Tembilahan Capital.
3. Pada tahun 1994 Masjid Raya Al-Huda Tembilahan menjalani perombakan total bangunan masjid ini diperpanjang, 2 lantai pondasi bangunan tetap menjadi 4 lap (bertingat). Membangun gedung permanen, lantai dan dinding keramik Masjid, depan-kanan Al-Huda Masjid menjadi kantor tempat Yayasan Al-Huda dan kantor Al-Huda, sementara di kamar tidur di depan sebelah kiri digunakan untuk kantor ulama Indonesia (MUI) Indragiri Hilir dan MUI perpustakaan dan al-Huda, di lantai atas Masjid Al-Huda Tahfizil digunakan untuk Quran, kegiatan Quran taman dan pemuda Masjid Al-Huda.

Dengan di resmikannya Masjid ini maka masjid ini bisa digunakan untuk
1. Ibadah 5 kali shalat wajib, shalat Jumat, sholat rawatib Sunna, shalat Idul Fitri dan doa Idul Adha dan lain-lain. Jadi ketika jam digital masjid tanda adzan menunjukkan waktu sholat maka masyarakat bisa segera ke masjid.
2. Peringatan hari besar Islam.
3. Pengembangan Muslim dalam bentuk propaganda, Islam kuliah secara teratur (pagi doa bada, bada qobla berdoa siang dan malam).
4. Pengembangan pemuda Islam melalui kegiatan muda Masjid Raya Al-Huda Tembilahan.
5. Pelaksanaan ibadah sosial kurban, alam Zalat / Maal, bantuan untuk anak yatim dan miskin adil, terbuka bersama (Quran Khataman setiap bulan Ramadhan).
6. Kegiatan Taman Quran (TPA).
7. Kegiatan Tahfizil Quran untuk anak-anak dan orang dewasa.

Selain itu, untuk pengelolaan dan pemeliharaan Masjid Raya Al-Huda Tembilahan dibantu oleh remaja masjid untuk menjaga kebersihan ruangan, kebersihan tempat wudhu dan sanitasi , bagian kebersihan kompleks masjid dan kebersihan tempat lainnya.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *