Joko Anwar, Seniman Sineas Indonesia dengan Segudang Karya dan Prestasi

Joko Anwar, sosok yang kini dikenal menjadi seorang penulis, pemain, bahkan sutradara ini nyatanya mengawali karirnya bukan langsung di dunia perfilman. Pria kelahiran Medan pada tanggal 13 Januari 1976 ini nyatanya lebih dulu merasakan dunia jurnalistik.

Barulah setelah beberapa tahun, ia mulai menapakkan kaki di dunia perfilman yang membesarkan namanya sampai sekarang. Film-film yang digarapnya bukanlah film sembarangan. Hampir semua film booming di masyarakat dan ada beberapa juga yang mendapatkan penghargaan.

Film Joko Anwar


Film yang digarapnya pertama kali adalah Film yang berjudul Arisan. Lewat film ini nama Joko Anwar mulai dapat diperhitungkan karena film Arisan selain banyak yang menonton juga berhasil menyabet dua penghargaan, baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

Setelah sukses menjadi penulis di film Arisan, pada tahun 2005 Joko Anwar mengganjal peruntungannya menjadi seorang sutradara. Film yang disutradarainya adalah film bergenre komedi romantis yang berjudul Janji Joni. Lagi lagi, film yang dibuatnya mendapatkan award di tahun yang sama.

Film lain yang agaknya menjadikannya semakin ternama adalah film berjudul Kala. Kala benar-benar membawanya ke puncak keberuntungan. Bagaimana tidak, selain masuk dalam kategori film terbaik, Kala juga berhasil membawa Joko Anwar mendapatkan predikat sutradara paling cerdas se Asia.

Tentunya, tidak hanya tiga film tersebut yang berhasil dibuat dan dituliskan, melainkan masih ada film lain, seperti Jakarta Undercover, Madame X, Fiksi, Modus Anomali, 3Sum, Pintu Terlarang, Pengabdi Setan, dan lain-lain.

Penghargaan Joko Anwar
Pada tahun 2005, film Joko Anwar berhasil mendapatkan penghargaan di Movie Award sebagai Movie terbaik. Dua tahun berikutnya yakni pada tahun 2007, Filmnya yang berjudul Kala juga mendapatkan predikat sebagai film terbaik dan Joko pun mendapatkan predikat sebagai Sutradara Tercerdas di Asia.

Pada tahun 2008, film Joko yang berjudul Fiksi menyabet penghargaan sebagai film dan skenario terbaik di FFI. Film terbaik juga didapatkan setahun setelahnya lewat film yang berjudul Pintu Terlarang. Bahkan, film yang berjudul Anomali juga berhasil mendapat penghargaan dari NAFF.

Demikian tentang seniman tanah air yang ternama, Joko Anwar. Semoga karya dan prestasinya dapat menjadi teladan bagi generasi penerus untuk tetap berusaha mengharumkan nama bangsa lewat dunia perfilman Indonesia dari RenaMovies.