Cara Memulai Bisnis Burrito yang Mudah Dilakukan oleh Pemula

Setiap negara memiliki makanan khas mereka masing-masing. Yang mana hal ini sangat menarik untuk dijelajahi, apalagi bagi para pecinta kuliner. Amerika Selatan memiliki empanada, Italia terkenal dengan ravioli mereka, Cina terkenal dengan telur gulung dan Meksiko terkenal akan Burrito-nya. Burrito adalah tortilla gandum yang diisi dengan berbagai macam daging seperti daging sapi, ayam atau babi. Daging-daging yang sudah dimasak ini biasanya hanya isi satu-satunya, dan kemudian digulung dengan tortilla tersebut. Makanan yang satu ini sangat popular di seluruh dunia sehingga ketika Anda memutuskan untuk memulai bisnis Burrito, maka keuntungan yang Anda dapatkan juga akan berlipat.

Namun, apabila Anda tidak tahu harus mulai dari mana. Berikut adalah beberapa cara memulai bisnis Burrito yang mudah untuk dilakukan oleh para pebisnis pemula:

1. Memisahkan asset bisnis dan pribadi

Jika Anda ingin memisahkan aset pribadi dan aset bisnis, maka Anda dapat berkonsultasi dengan pengacara atau staff legal yang ada. Ketika Anda memulai bisnis tersebut, Anda mungkin tergoda untuk mempertahankan bisnis sebagai kepemilikan perseorangan. Jika Anda dituntut, karena pelanggan mengira mereka sakit karena salah satu burrito Anda, dan pelanggan menang, maka aset pribadi Anda dapat disita dan dijual untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.

2. Mengurus lisensi bisnis yang diperlukan

Karena Anda menjalankan sebuah bisnis makanan, maka lisensi penanganan makanan untuk Anda dan para karyawan kemungkinan akan diperlukan. Hubungi kantor terkait untuk memeriksa tempat di mana Anda akan menjalankan bisnis burrito tersebut. Sertifikat kesehatan akan dikeluarkan dan harus ditampilkan. Jika dapur bisnis Anda tidak lulus inspeksi, maka Anda perlu mempertimbangkan untuk menyewa tempat yang lebih bersih. Kantor bisnis di daerah Anda memiliki informasi tentang lisensi apa yang mungkin diperlukan, seperti lisensi bisnis dan lisensi hak penjualan. Daftarkan bisnis Anda sesuai kebutuhan.

3. Membedakan produk Anda dengan para pesaing

Pada umumnya, Burrito dijual di restoran cepat saji, di restoran menengah ke atas dan di toko bahan makanan. Agar produk Anda dapat bersaing, maka Anda harus menemukan cara agar Burrito Anda berbeda dengan yang lain. Anda dapat membuatnya dari resep otentik yang diwariskan dalam keluarga Anda, Burrito khusus vegetarian, atau memiliki beragam isi dan bungkus. Misalnya, burrito untuk pencuci mulut yangt dibuat dengan isian buah dan digoreng atau isian saus cokelat, kacang-kacangan, dan biskuit kering bisa dibungkus dengan kulit pai yang manis.

4. Memiliki peralatan yang dibutuhkan

Peralatan dapur Anda mungkin tidak memiliki kapasitas untuk memproduksi burrito dalam jumlah besar sekaligus. Oleh karena itu, Anda akan membutuhkan peralatan berukuran besar secara komersial untuk mempercepat proses produksi yang dibutuhkan. Anda dapat mengunjungi tempat jual mesin atau peralatan masak dan berkonsultasi dengan mereka tentang peralatan apa saja yang Anda butuhkan untuk bisnis burrito Anda. Biasanya, mereka akan menawarkan paket mesin Burrito lengkap, mulai dari proses awal hingga akhir produksi.

5. Menemukan pasar yang tepat

Untuk menjual Burrito, Anda memiliki beberapa pilihan. Anda dapat menawarkan burrito Anda dari kios atau stand. Swalayan juga adalah pilihan yang tepat untuk burrito yang dibekukan dan kemudian dijual untuk dipanaskan di rumah. Toko grosir gourmet dapat membeli burrito dengan harga grosir dan menjualnya kembali kepada pelanggan mereka. Selain itu, katering juga berpotensi, meskipun kemungkinan besar Anda harus melengkapi menu Anda dengan pilihan lain. Atau Anda bisa menjual burrito yang baru dibuat ke katering sebagai salah satu opsi yang mereka tawarkan.

 

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *